Musibah "Tsunami" GINTUNG

Masya Allah … Allah memang Maha Berkehendak, Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kuasa-Nya tak kan ada yang dapat mengahalangi-Nya.

Itulah kalimat pengakuan yang seharusnya terhunjam dalam hati, ketika kemarin dini hari, JUM’AT 27 MARET 2009, terjadi musibah yang menimpa saudara-saudara kita di wilayah Gintung, Ciputat, Cirendeu, Tangerang, Banten.

KLIK  untuk BACA LENGKAP

Dalam kondisi sebagian besar masih terlelap dalam tidurnya, warga di wilayah Gintung, Ciputat, Cirendeu, Tangerang, tetimpa musibah berupa datangnya secara tiba-tiba air bah yang memporakporandakan seluruh harta benda mereka, bahkan jiwa mereka.

Sebagian warga, memang ada yang sudah merasakan suara-suara janggal pada sekitar pukul 01.00wib dini hari, tetapi mereka tidak menyadari bahwa itu sebenarnya suara gemuruhnya tanah penyangga situ/danau Gintung yang persis berada di “atas” wilayah tinggal mereka, sudah mulai tua dan tak sanggup lagi menyangga beban air yang sudah diluar kemampuannya sekitar 2 juta meter kubik.

Tak disangka, mulai mendekati Subuh, tanah sebagai bibir-bibir penyangga danau mulai betul-betul amblas. Tak pelak lagi, air yang sebegitu banyaknya langsung meluncur begitu dahsyatnya mencari dataran yang lebih rendah, yang kebetulan rumah penduduk di sekitar danau.

Masya Allah, sebagian warga yang masih terlelap tidur tak ayal lagi terhantam air bah yang datang tiba-tiba. Sebagian mereka yang sudah terjaga dari pukul o2 masih sempat menyelamatkan diri, tapi, mereka yang masih tertidur? terseret arus deras, bahkan sebagian rumah terjebol, barang-barang hanyut, bahkan beberapa mobil pun terseret beberapa ratus meter.

Masya Allah, sebagian warga tidak dapat terselamatkan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sampai sabtu sore hari, jasad yang sudah berhasil ditemukan sekitar 95 orang, sedangkan yang hilang masih ratusan.

Masya Allah, gerangan apa yang sedang terjadi pada kita? pada negeri kita? pada bangsa kita? Musibah demi musibah, petaka demi petaka tak kunjung usai.

Yang lebih menyedihkan lagi, sebagian warga lain berbondong-bondong untuk menyaksikan musibah ini dari dekat. Bahkan meskipun diusir-usir oleh tim SAR, karena mereka justru merepotkan gerak tim, tetapi mereka masih juga berdatangan mendekat. Yang jadi masalah, bukannya mereka tanggap untuk membantu, tetapi malah hanya menonton ???

Masya Allah ….

Ya Allah, kami mohon kasih karunia-Mu untuk segera menyadarkan kekhilafan bangsa ini, yang sudah banyak melalaikan-MU, hingga pantas Engkau pun melelaikan kami.

Ampuni kami, beri kekuatan kepada kami untuk bangkit dari keterpurukan ini. Ampuni dosa-dosa saudara-saudara kami yang sudah mendahului kami karena mengalami musibah, terimalah amal baktinya, amin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: